BANTEN — Penarikan kembali (recall) mobil listrik MG S5 EV skala global diumumkan setelah ditemukan cacat produksi yang dapat menyebabkan kipas radiator tidak berfungsi normal saat suhu rendah. Laporan dari Electrive, Jumat (24/07), menyebutkan bahwa error pada sistem kendali kipas bisa memicu overheating pada komponen pengendali itu sendiri.
Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Kipas Radiator MG S5 EV?
Masalah bermula ketika kipas radiator membeku atau tidak aktif pada kondisi suhu rendah. Akibatnya, sistem penghangat interior (heater) terdorong bekerja lebih keras, dan beban berlebih itu membuat pengendali kipas (fan controller) mengalami overheat. Dalam skenario terburuk, komponen tersebut bisa rusak dan mengganggu sistem pendinginan baterai.
"Mobil ditarik kembali karena ada kekhawatiran error yang mempengaruhi kipas radiator di suhu rendah. Kalau kipas membeku, sistem penghangat interior aktif dan bisa membuat pengendali kipas overheat," tulis laporan Electrive yang dikutip KatadataOTO.
Bagaimana Nasib Pemilik MG S5 EV di Indonesia?
MG S5 EV resmi mengaspal di Indonesia pada Mei 2026 dengan banderol mulai Rp 400-an juta (estimasi). Model ini menyasar keluarga muda dan mengusung baterai LFP 49 kWh yang diklaim mampu menempuh 410 km (NEDC) serta mendukung DC fast charging 120 kW. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari MG Motor Indonesia mengenai keterkaitan unit domestik dengan recall global.
Pihak MG menyebut mobil listrik ini dikembangkan dengan fokus pada keamanan dan kemudahan penggunaan. Namun, konsumen Indonesia yang sudah membeli atau memesan S5 EV disarankan untuk terus memantau informasi resmi dari diler atau MG Indonesia. Sebagai gambaran, mobil yang diproduksi antara 22 Januari 2025 hingga 29 Januari 2026 menjadi subjek recall. Bila unit Indonesia masuk dalam rentang produksi tersebut, kemungkinan akan ikut dipanggil.
Langkah MG: Update Software sebagai Solusi Awal
MG berencana merilis pembaruan perangkat lunak (software update) untuk mencegah overheating pada kondisi suhu rendah. Hingga saat ini belum ada timeline pasti pelaksanaan recall. Pemilik yang mobilnya terdampak di luar negeri diminta membawa unit ke diler untuk pemeriksaan lebih lanjut. Perbaikan dipastikan gratis dan mencakup semua komponen terkait.
Insiden di lapangan yang diduga terkait cacat ini sudah dilaporkan, meski jumlah pastinya tidak disebutkan. Recall ini menjadi pengingat bahwa teknologi mobil listrik, terutama sistem manajemen termal baterai dan kipas, memerlukan pengujian ekstrem di berbagai kondisi iklim. Untuk konsumen Indonesia, iklim tropis yang cenderung panas mungkin tidak langsung memperlihatkan gejala error pada suhu rendah, namun tetap perlu diantisipasi jika terdapat variasi suhu ekstrem di daerah dataran tinggi.