Harga Emas Antam Terkoreksi Rp5.000 Jadi Rp2.764.000 per Gram, Buyback Ikut Turun Rp7.000

Penulis: Mustofa Kamal  •  Senin, 18 Mei 2026 | 09:21:01 WIB
Harga emas Antam turun Rp5.000 menjadi Rp2.764.000 per gram per 18 Mei 2026.

BANTEN — Koreksi harga emas Antam terjadi di tengah pergerakan harga emas global yang masih fluktuatif. Harga buyback atau harga yang diterima nasabah saat menjual kembali emas batangan ke Antam kini berada di level Rp2.569.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali (spread) saat ini mencapai Rp195.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam per 18 Mei 2026

Harga tersebut berlaku untuk pembelian di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One, Jakarta. Berikut rincian harga untuk setiap pecahan yang tersedia di laman resmi Logam Mulia:

  • Pecahan 0,5 gram: Rp1.432.000
  • Pecahan 1 gram: Rp2.764.000
  • Pecahan 2 gram: Rp5.468.000
  • Pecahan 3 gram: Rp8.127.000
  • Pecahan 5 gram: Rp13.445.000
  • Pecahan 10 gram: Rp26.835.000
  • Pecahan 25 gram: Rp66.837.000
  • Pecahan 50 gram: Rp133.595.000
  • Pecahan 100 gram: Rp267.112.000
  • Pecahan 250 gram: Rp667.265.000
  • Pecahan 500 gram: Rp1.334.320.000
  • Pecahan 1.000 gram: Rp2.668.600.000

Kebijakan Pajak dan PPh 22 yang Berlaku

Perlu dicatat, harga tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Sesuai PMK Nomor 48 Tahun 2023, transaksi pembelian emas batangan dikenakan tarif PPh 22 sebesar 0,25 persen. PT Antam Tbk selaku penjual akan menerbitkan bukti potong PPh 22 untuk setiap transaksi.

Sementara itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak dipungut dalam transaksi ini berdasarkan PP Nomor 49 Tahun 2022. Artinya, nilai PPN tidak diperhitungkan dalam total pembayaran yang harus dilunasi pembeli.

Apa Arti Koreksi Ini bagi Investor Emas?

Penurunan harga buyback yang lebih tajam dibandingkan harga jual menjadi sinyal yang perlu dicermati investor. Ketika harga buyback turun lebih dalam, spread melebar dan potensi keuntungan jangka pendek dari penjualan emas menjadi lebih kecil. Investor yang membeli emas Antam pada harga sebelumnya (Rp2.769.000) saat ini akan menghadapi kerugian unrealized sebesar Rp5.000 per gram jika membandingkan dengan harga jual terbaru.

Bagi investor ritel, momentum pelemahan harga ini kerap dimanfaatkan untuk akumulasi pembelian (averaging down). Namun, keputusan tetap bergantung pada ekspektasi pergerakan harga emas global ke depan. Emas batangan Antam juga kerap dijadikan sebagai instrumen lindung nilai (hedging) terhadap inflasi dan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Faktor Pemicu Pelemahan Harga Emas Global

Koreksi harga emas Antam tidak lepas dari tekanan di pasar global. Harga emas dunia dalam beberapa hari terakhir bergerak melemah akibat ekspektasi pasar terhadap sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Data tenaga kerja AS yang masih solid memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga lebih lama, yang pada akhirnya menekan harga emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Selain itu, penguatan indeks dolar AS (DXY) turut menjadi beban bagi harga emas yang diperdagangkan dalam dolar. Saat dolar menguat, emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan cenderung menurun.

Prospek Harga Emas ke Depan

Para analis memperkirakan volatilitas harga emas masih akan berlanjut dalam jangka pendek. Faktor utama yang akan menjadi katalis adalah keputusan suku bunga The Fed pada pertemuan berikutnya dan data inflasi AS. Jika tekanan inflasi mereda, peluang pemangkasan suku bunga bisa kembali terbuka dan mendorong harga emas naik.

Di sisi domestik, permintaan emas Antam biasanya meningkat menjelang momen hari raya atau musim pernikahan. Namun, saat ini belum ada katalis musiman yang signifikan untuk mendorong harga.

Investasi mengandung risiko. Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: economy.okezone.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top