BANTEN — Harga emas dunia kehilangan momentum setelah data inflasi grosir AS pada April melonjak dengan laju tercepat sejak 2022. Tekanan harga konsumen juga mencatat kenaikan terbesar sejak 2023. Pasar kini sepenuhnya mengesampingkan pemotongan suku bunga Federal Reserve tahun ini, bahkan sebagian pedagang mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember 2026.
Konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dan hampir ditutupnya Selat Hormuz ikut mendorong lonjakan harga energi global. Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping disebut telah bertemu untuk membahas upaya menjaga jalur perdagangan energi tetap terbuka. Di sisi lain, India memperketat aturan impor emas demi menopang nilai tukar rupee.
Antam: Rekor Tertinggi Mulai Terlupakan
Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini turun Rp 50.000 dari posisi kemarin Rp 2.819.000 per gram. Dalam dua hari berturut-turut, total penurunan mencapai Rp 70.000. Harga buyback—acuan bagi Anda yang ingin menjual emas—juga tergerus Rp 60.000 menjadi Rp 2.576.000 per gram.
Sebagai gambaran, emas Antam sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada 29 Januari 2026 di Rp 3.168.000 per gram, dengan buyback di Rp 2.989.000. Artinya, harga kini sudah turun hampir 13 persen dari puncak tersebut.
Berikut harga emas Antam untuk pecahan terpopuler hari ini:
- 1 gram: Rp 2.769.000
- 5 gram: Rp 13.660.000
- 10 gram: Rp 27.240.000
Pegadaian: UBS Paling Dalam Terkoreksi
Di Pegadaian, emas batangan UBS justru mencatat penurunan paling tajam, merosot Rp 78.000 menjadi Rp 2.807.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.885.000. Sementara emas Antam di Pegadaian dibanderol Rp 2.918.000 per gram, turun Rp 21.000. Galeri24 juga ikut terkoreksi Rp 34.000 ke Rp 2.794.000 per gram.
Untuk pecahan 1 gram, harga emas Antam di Pegadaian masih lebih mahal Rp 149.000 dibanding harga di Logam Mulia. Sementara Galeri24 dan UBS menawarkan selisih yang lebih tipis terhadap harga Antam.
Hartadinata: Paling Murah di Antara Tiga
PT Hartadinata Abadi Tbk membanderol emas 24 karat 1 gram di Rp 2.651.000 per gram, lebih murah Rp 118.000 dari Antam dan Rp 156.000 dari Antam di Pegadaian. Untuk pecahan 10 gram, harga Hartadinata Rp 26.100.000, sementara Antam di Rp 27.240.000.
Selisih harga yang cukup lebar ini bisa menjadi pertimbangan bagi pembeli yang ingin meminimalkan modal awal, meski likuiditas saat menjual kembali perlu dicek masing-masing kebijakan buyback.
Pelemahan harga emas kali ini menjadi pengingat bahwa logam mulia tetap sensitif terhadap suku bunga global dan ketegangan geopolitik. Bagi investor, momentum koreksi seperti ini bisa jadi peluang akumulasi—atau justru sinyal untuk wait and see.