LEBAK — Tata kelola administrasi dan keuangan di tingkat desa kini dituntut lebih profesional guna memastikan setiap rupiah anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara akurat. Merespons kebutuhan tersebut, tim dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (Unpam) Serang menggelar pendampingan intensif bagi aparatur Desa Pasirbungur, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Literasi dan Manajemen Keuangan Desa Pasirbungur Berbasis Akuntansi Manajemen” ini menyasar perangkat desa, pengurus koperasi, hingga pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Fokus utama pelatihan mencakup teknis pencatatan keuangan sederhana, manajemen arus kas, hingga penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar.
Kepala Desa Pasirbungur, Dayat Hidayat, menyambut baik inisiatif akademisi ini sebagai langkah nyata peningkatan kapasitas sumber daya manusia di wilayahnya. Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai manajemen keuangan sangat krusial bagi keberlangsungan lembaga ekonomi di desa.
“Literasi dan pengelolaan keuangan yang baik menjadi kebutuhan penting bagi pemerintah desa, koperasi, maupun BUMDes dalam mewujudkan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Pasirbungur,” ujar Dayat Hidayat.
Mendorong Pengambilan Keputusan Berbasis Data Keuangan
Rendahnya tingkat literasi keuangan sering kali menjadi hambatan utama bagi pemerintah desa dalam menyusun administrasi yang rapi. Tim PKM Unpam yang dipimpin oleh Indra Sulistiana bersama Febby Febriana memberikan materi aplikatif agar para peserta tidak hanya sekadar mencatat, tetapi juga mampu menganalisis data.
Indra Sulistiana menekankan bahwa tantangan pengelolaan keuangan desa saat ini bukan hanya pada aspek teknis pencatatan, melainkan pada pemanfaatan data tersebut untuk perencanaan pembangunan desa di masa depan.
“Kami ingin memberikan pemahaman bahwa pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya soal pencatatan, tetapi juga bagaimana data keuangan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat dan berkelanjutan,” ungkap Indra, dikutip Sabtu (9/5/2026).
Pelatihan ini dirancang agar peserta bisa langsung mempraktikkan penyusunan rencana anggaran dan pengambilan keputusan berdasarkan kondisi riil arus kas lembaga masing-masing. Febby Febriana menambahkan, pendekatan aplikatif sangat diperlukan agar ilmu yang diberikan dapat langsung diterapkan dalam rutinitas kerja harian perangkat desa.
“Kami berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan perangkat desa dan pengelola BUMDes dalam menyusun laporan keuangan yang lebih sistematis, sehingga dapat mendukung tata kelola keuangan desa yang profesional,” jelas Febby.
Akses Pendidikan Tinggi bagi Generasi Muda Lebak
Selain fokus pada penguatan manajerial desa, kegiatan ini menjadi sarana sosialisasi pentingnya pendidikan tinggi bagi masyarakat di pelosok Lebak. Tim dosen Unpam memperkenalkan keberadaan kampus mereka sebagai opsi pendidikan berkualitas dengan biaya yang tetap terjangkau bagi warga desa.
Langkah ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda di Desa Pasirbungur untuk melanjutkan studi ke jenjang universitas, sehingga di masa depan mereka dapat kembali membangun daerahnya dengan bekal keilmuan yang mumpuni.
Sesi diskusi berlangsung interaktif saat para pengelola BUMDes memaparkan kendala lapangan yang mereka hadapi dalam mengelola unit usaha masyarakat. Melalui program ini, Universitas Pamulang Kampus Serang menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan solusi edukatif bagi tantangan ekonomi dan sosial di wilayah Banten.