BANTEN — Insiden ini terjadi saat Hussein tiba di AS untuk memperkuat Irak dalam rangka persiapan menuju Piala Dunia 2026. Pemain yang menjadi andalan di lini depan tersebut harus menjalani interogasi panjang oleh petugas imigrasi setempat.
Proses Pemeriksaan yang Berlangsung Berjam-jam
Hussein mengaku tidak mendapat penjelasan detail mengapa proses pemeriksaan berlangsung begitu lama. Selama tujuh jam, ia dicecar berbagai pertanyaan sebelum akhirnya diizinkan masuk.
"Tidak ada kejelasan soal penundaan ini. Saya hanya diminta menunggu dan menjawab pertanyaan berulang kali," kata Hussein dalam pernyataan yang dikutip media Irak.
Gangguan Persiapan Timnas Irak
Keterlambatan Hussein tiba di lokasi pemusatan latihan jelas memengaruhi ritme persiapan tim. Pelatih Irak sebelumnya sudah menyusun skema permainan yang mengandalkan sang striker sebagai ujung tombak.
Kondisi ini memaksa staf pelatih melakukan penyesuaian pada sesi latihan perdana. Kehadiran Hussein baru bisa dimaksimalkan setelah ia pulih dari jet lag dan kelelahan akibat perjalanan.
Respons Federasi Sepak Bola Irak
Federasi Sepak Bola Irak (IFA) menyayangkan insiden yang menimpa pemain bintangnya. IFA menyebut prosedur imigrasi yang ketat kerap menjadi kendala bagi atlet asal Timur Tengah saat bepergian ke AS.
IFA berencana mengajukan protes resmi melalui jalur diplomatik agar insiden serupa tidak terulang. Mereka juga akan meminta jaminan perlakuan khusus bagi anggota timnas saat bepergian ke luar negeri.
Dampak pada Laga Uji Coba Mendatang
Irak dijadwalkan menjalani serangkaian laga uji coba melawan tim-tim kuat sebagai bagian dari persiapan Piala Dunia 2026. Kondisi fisik Hussein yang belum pulih 100 persen pasca-interogasi bisa memengaruhi keputusan pelatih menurunkannya sebagai starter.
Manajemen tim masih menunggu perkembangan kondisi Hussein dalam 24 jam ke depan. Keputusan akhir soal menit bermain akan diserahkan sepenuhnya kepada tim medis dan pelatih kepala.