BANTEN — RUPST PTBA menyetujui pembagian dividen setara 45 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. Sisanya, Rp1,61 triliun atau 55 persen, dikunci sebagai saldo laba ditahan.
Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, menyebut dana itu bakal dipakai untuk pengembangan usaha dan menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan. "Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (12/6/2026).
Pendapatan Rp42,65 Triliun, Ekspor Mendominasi
Sepanjang 2025, emiten berkode saham PTBA ini membukukan pendapatan Rp42,65 triliun. Penjualan ekspor berkontribusi 46 persen, sedangkan sisanya dari pasar domestik.
Lima negara tujuan ekspor terbesar PTBA adalah Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina. Hingga akhir tahun lalu, total aset perusahaan mencapai Rp43,92 triliun, ditopang kenaikan aset tidak lancar 12 persen atau sekitar Rp3,12 triliun.
Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru
RUPST mengangkat Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama, menggantikan Arsal Ismail. Sebelumnya, Bambang menjabat sebagai Komisaris Utama. Posisi komisaris utama kini diisi oleh Ida Bagus Putu Dunia yang juga merangkap sebagai komisaris independen.
Berikut jajaran dewan komisaris dan direksi PTBA hasil RUPST:
Komisaris:
Komisaris Utama/Independen: Ida Bagus Putu Dunia
Komisaris Independen: Dewi Hanggraeni, Suko Hartono
Komisaris: Dalu Agung Darmawan, Zaelani, Ferial Martifauzi, Lana Saria
Direksi:
Direktur Utama: Bambang Ismawan
Direktur Operasi dan Produksi: Ilham Yacob
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Una Lindasari
Direktur SDM dan Transformasi Korporasi: Hennita Sitepu
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk: Turino Yulianto
Direktur Komersial dan Supply Chain: Mochammad Rifqi Hari Muji
Rotasi direksi ini menandai fokus baru PTBA pada hilirisasi dan diversifikasi produk, sektor yang kini punya direktur khusus. Langkah itu sejalan dengan target pemerintah memperkuat industri pengolahan batu bara di dalam negeri.