BANTEN — Turnamen dua tahunan antarnegara Asia Tenggara itu dijadwalkan bergulir pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Dalam artikel berjudul 'Presiden Indonesia ingin timnya mengalahkan Vietnam untuk menjuarai Piala AFF', Soha menyoroti langsung pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Menpora sekaligus Ketua PSSI, Erick Thohir, dan John Herdman di Hambalang, Bogor, Jumat (19/6/2026).
Target Ganda: Juara AFF 2026 dan Tiket Piala Dunia 2030
Menurut Soha, proyek menuju Piala Dunia 2030 kini menjadi prioritas utama sepak bola Indonesia. Pencapaian Garuda yang nyaris lolos ke Piala Dunia 2026 disebut sebagai pemicu utama melonjaknya ekspektasi publik.
"Di bawah kepemimpinan John Herdman, tim nasional Indonesia menargetkan tujuan ambisius untuk lolos ke Piala Dunia 2030. Hal ini dianggap sebagai prioritas utama bagi sepak bola Indonesia," tulis Soha, dikutip Minggu (21/6/2026).
Tak hanya itu, dalam pertemuan tersebut, Herdman juga mendapat tugas spesifik: memutus puasa gelar Piala AFF. Indonesia tercatat sudah enam kali menjadi runner-up turnamen ini tanpa sekalipun merasakan juara.
Tekanan Langsung dari Grup: Bertemu Juara Bertahan Vietnam
"Pelatih Indonesia John Herdman dan para pemainnya menghadapi tekanan yang sangat besar menjelang Piala AFF," tulis Soha. Tekanan itu semakin nyata karena Indonesia dan Vietnam berada di grup yang sama pada edisi kali ini.
Vietnam, yang saat ini diasuh pelatih Kim Sang-sik, adalah juara bertahan Piala AFF. Soha memperkirakan seluruh tim Vietnam akan menghadapi persaingan sangat ketat dari Indonesia di turnamen mendatang.
"Jelas, ekspektasi para pemimpin, media, dan suporter memberikan tekanan yang sangat besar kepada tim nasional Indonesia menjelang Piala AFF 2026, yang akan dimulai pada bulan Juli," lanjut laporan media Vietnam tersebut.
Ambisi Herdman di Bawah Sorotan
John Herdman sendiri kembali menegaskan kesiapannya membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030 saat bertemu Presiden Prabowo. Kombinasi target jangka pendek (Piala AFF) dan jangka panjang (Piala Dunia) membuat setiap langkah Timnas Indonesia di bawah kepelatihannya akan diawasi ketat, baik oleh publik dalam negeri maupun rival di kawasan.