BANTEN — Warga Sleman kini bisa memasak dengan gas bumi yang langsung dialirkan ke dapur mereka. PGN, selaku Subholding Gas Pertamina, mengembangkan sistem CNG clustering yang mendistribusikan gas dari stasiun pengisian ke rumah-rumah melalui jaringan pipa distribusi lokal. Rata-rata penyaluran gas bumi di wilayah ini mencapai 84.000 meter kubik per bulan, setara dengan 64 metrik ton LPG.
Dari CNG Bertekanan Tinggi ke Kompor Rumah Tangga
Proyek percontohan di Sleman ini sempat ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung pada Jumat pekan lalu. Ia mengapresiasi kesiapan PGN dalam menghadirkan jargas berbasis CNG di daerah yang belum terjangkau pipa utama.
"Penggunaan CNG dan jargas berdampak pada efisiensi ibu-ibu rumah tangga, praktis dan aman. Sedangkan bagi pemerintah dapat mengurangi konsumsi LPG, subsidi, dan beban impor LPG," ujar Yuliot dalam keterangannya, Senin (22/6).
Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto memastikan keamanan distribusi gas di sistem ini. Ia menjelaskan bahwa CNG yang bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah diatur tekanannya melalui alat pengatur tekanan (PRS) agar aman mengalir ke kompor rumah tangga. "Dengan pengawasan yang ketat dan teknologi PRS yang andal, aliran gas bumi ke dapur-dapur dipastikan aman untuk penggunaan sehari-hari," jelas Arief.
Hemat Biaya hingga 33% untuk UMKM
Manfaat langsung dari program ini sudah dirasakan oleh pelaku usaha. Rumah Makan Payakumbuah di Yogyakarta, misalnya, menggunakan CNG sebesar 2.000 hingga 2.300 meter kubik per bulan. Hasilnya, biaya energi rumah makan itu turun sekitar 30 hingga 33% dibandingkan dengan energi sebelumnya.
PGN tidak berhenti di sektor rumah tangga. Perusahaan berencana memperluas jargas ke sektor UMKM, restoran, perhotelan, hingga fasilitas kesehatan seperti rumah sakit di wilayah Sleman. Langkah ini diharapkan memperkuat ekonomi lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada LPG impor.
Target 350 Ribu Sambungan Rumah per Tahun
Pemerintah, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026–2029, menargetkan pengembangan sekitar 350 ribu sambungan rumah per tahun. Skema CNG clustering menjadi salah satu solusi untuk mempercepat perluasan akses gas bumi, terutama di daerah yang belum memiliki infrastruktur pipa transmisi.
PGN mengoptimalkan sinergi dengan anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia, yang mengelola 14 SPBG dan 4 unit Mobile Refueling Unit (MRU) di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, PGN telah membangun jaringan pipa distribusi sepanjang lebih dari 141 kilometer di Sleman.
"Kami siap mendukung langkah pemerintah dalam merumuskan pemanfaatan implementasi CNG yang tepat sasaran dan berperan aktif dalam target diversifikasi energi nasional," kata Arief.