SERANG — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, menyebut capaian investasi ini merupakan hasil sinergi pemerintah dan dunia usaha. Ia menekankan pentingnya menjaga iklim investasi yang kondusif agar tren positif ini berlanjut.
“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa Banten menjadi salah satu tujuan investasi yang kondusif. Karena itu, kondisi ini perlu terus kita pertahankan dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, nyaman, dan aman bagi investor,” ujarnya, Rabu, 29 Juli 2026.
PMA Tumbuh 35,63 Persen, Jepang Mendominasi
Pada Triwulan II 2026, investasi di Banten tercatat Rp31,9 triliun, meningkat 7,41 persen secara tahunan. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp18,87 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp13,02 triliun.
Meski nilainya lebih kecil, PMA justru mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 35,63 persen. Jepang menjadi negara dengan nilai investasi terbesar di Banten, mencapai Rp2,96 triliun, disusul Singapura Rp2,59 triliun dan Tiongkok Rp2,39 triliun.
Pemprov Dorong Investasi ke Wilayah Selatan Banten
Virgojanti mengungkapkan, Pemprov Banten terus mendorong pemerataan investasi ke wilayah selatan, terutama Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Kehadiran Jalan Tol Serang-Panimbang dinilai membuka peluang baru bagi kawasan tersebut.
“Yang penting jangan sampai penuh di sini, ditolak, lalu lari ke provinsi lain. Kalau ada investor yang perlu lahan lebih luas, bicara ke saya, nanti kita undang teman dari selatan,” kata Virgojanti.
Hilirisasi Industri Capai Rp6,48 Triliun
Strategi hilirisasi industri juga terus diperkuat. Pada Triwulan II 2026, investasi sektor hilirisasi mencapai Rp6,48 triliun, mencakup perkebunan, kehutanan, mineral dan batuan, minyak dan gas, serta perikanan dan kelautan.
“Kita tidak ingin menjual bahan setengah jadi ke luar. Banten memang sudah menjadi pusat industri berbahan baku migas. Ada industri polimer dan biji plastik yang bisa mendorong aktivitas ekonomi turunan lainnya,” ujar Virgojanti.
57.522 Tenaga Kerja Terserap dari 39.477 Proyek
Dari sisi ketenagakerjaan, realisasi investasi pada Triwulan II 2026 mampu menyerap 57.522 tenaga kerja dari 39.477 proyek yang tersebar di berbagai daerah di Provinsi Banten. Virgojanti berharap pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan peluang dari berkembangnya industri hilir.
BI Proyeksi Ekonomi Banten Tumbuh 5,1–5,5 Persen pada 2026
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, optimistis pertumbuhan ekonomi Banten tetap terjaga sepanjang 2026. Setelah mencatat pertumbuhan 5,64 persen pada Triwulan I, BI memproyeksikan ekonomi Banten akan tumbuh pada kisaran 5,1 hingga 5,5 persen hingga akhir tahun.
“Jadi kita masih optimistis, terlebih kalau konsumsi tetap stabil dan daya beli masyarakat bisa kita pertahankan,” kata Sofwan. Ia menambahkan, inflasi yang terkendali menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.