BANTEN — Keputusan itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantornya, Jumat (13/6). Ia menyebut angka tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Dana itu akan masuk ke pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya, bukan lagi melalui skema lama yang selama ini dipakai untuk dividen BUMN.
Sebelum adanya amandemen UU BUMN tahun lalu, dividen dari perusahaan pelat merah seperti Pertamina, PLN, BRI, dan Telkom masuk ke pos PNBP Kekayaan Negara Dipisahkan (KND). Kini, alur itu berubah: keuntungan BUMN dikelola Danantara lebih dulu, lalu sebagian disetor ke APBN.
Setoran Naik, Tanda Kinerja BUMN Membaik
Purbaya menyambut baik keputusan ini. Ia menilai setoran Rp120 triliun yang lebih tinggi dari rata-rata dividen tahunan sebelumnya menunjukkan kinerja BUMN sedang bergerak ke arah yang lebih positif.
"Sekitar Rp120 triliun untuk tahun ini. Itu yang diputuskan oleh Presiden," ujar Purbaya kepada wartawan.
Artinya, ada tambahan pemasukan negara sekitar Rp30 triliun dibanding pola lama. Bagi APBN, tambahan ini bukan angka kecil—setara dengan belanja modal beberapa kementerian dalam satu tahun anggaran.
Arti Penting bagi APBN dan Arah Baru BUMN
Perubahan skema ini bukan sekadar teknis administrasi. Dengan mengalirkan keuntungan lewat Danantara, pemerintah memberi ruang bagi BUMN untuk berinvestasi lebih dulu sebelum hasilnya dibagikan ke negara. Danantara sendiri berperan sebagai superholding yang mengawasi dan mengelola aset BUMN secara terpusat.
Bagi masyarakat, setoran ini berarti ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program-program prioritas—dari pembangunan infrastruktur hingga bantuan sosial—semakin lebar. Dan bagi BUMN, target setoran yang lebih tinggi menjadi semacam ujian: apakah efisiensi dan ekspansi bisnis benar-benar berbuah keuntungan yang bisa dibagi ke negara.
Keputusan ini juga menegaskan arah kebijakan pemerintahan Prabowo yang ingin menjadikan BUMN sebagai mesin pertumbuhan yang lebih agresif, bukan sekadar penyetor dividen tahunan. Pertanyaannya kini, mampukah Danantara menjaga momentum ini agar setoran tahun berikutnya tak cuma sekadar angka?