SERANG — Ribuan aparatur sipil negara (ASN), pelajar, dan elemen masyarakat memadati Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, pada peringatan HUT Ke-81 RI, Senin (17/8/2026). Gubernur Banten Andra Soni bertindak sebagai inspektur upacara, menandai dimulainya rangkaian peringatan detik-detik proklamasi tingkat provinsi.
Mengenakan pakaian adat, Andra menyampaikan amanat yang menekankan bahwa kemerdekaan yang diraih para pendiri bangsa bukanlah akhir dari perjuangan. Ia mengajak seluruh warga Banten untuk meneruskan pengorbanan itu dengan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
Makna Kemerdekaan: Dari Kedaulatan hingga Kemakmuran
Dalam pidatonya, Andra mengingatkan bahwa tugas generasi saat ini adalah memastikan kemerdekaan membawa dampak nyata. Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan kedaulatan, ditegakkan dengan keadilan, dan disempurnakan dengan kemakmuran.
“Pada 81 tahun lalu, para pendiri bangsa merebut kemerdekaan dengan pengorbanan, keberanian, dan persatuan. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan tersebut dengan memastikan kemerdekaan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat,” ujar Andra dalam amanatnya.
Pesan tersebut ia sampaikan di hadapan jajaran Forkopimda Banten, termasuk Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim yang bertugas membacakan teks Proklamasi. Kapolda Banten Irjen Pol Hengki membacakan teks Pancasila, sementara Kajati Banten Herry Hermanus Horo membacakan Pembukaan UUD 1945.
Generasi Muda dan Aparatur Jadi Kunci Perubahan
Andra secara khusus menyapa generasi muda yang hadir dalam upacara tersebut. Ia mendorong mereka menjadi penerus perjuangan dengan memanfaatkan pendidikan, teknologi, dan kreativitas untuk menciptakan solusi serta membuka peluang baru.
“Jangan bertanya apa yang negara berikan kepada kita, tanyakan apa yang dapat kita berikan kepada negara,” tegasnya.
Adapun kepada jajaran aparatur pemerintah daerah, orang nomor satu di Banten itu mengingatkan bahwa patriotisme dapat diwujudkan melalui pelayanan publik yang optimal. Aparatur diminta beradaptasi terhadap perubahan dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Mari kita bangun pemerintahan daerah yang menghadirkan manfaat, menyelesaikan persoalan, serta menciptakan perubahan nyata bagi masyarakat,” katanya.
Petugas Pengibar Bendera dari Empat Kabupaten/Kota
Upacara berjalan khidmat dengan formasi petugas pengibar bendera yang berasal dari sejumlah sekolah menengah atas di Banten. Mereka adalah Bayu Hermawan (SMAN 1 Ciomas, Kabupaten Serang), Rafka Mahardika (SMA Presiden 2, Kabupaten Pandeglang), dan Kautsar Nazil (SMAN 2 Kota Serang). Adapun pembawa baki, Dona Otkavia, merupakan siswa SMAN 5 Kota Tangerang.
Komandan Denbekang III/4 Serang, Letkol CBA Arbrito Rishandi Pribadi, bertindak sebagai komandan upacara. Di akhir amanatnya, Andra mengajak seluruh masyarakat memperkuat semangat gotong royong untuk membangun daerah.
“Dari Banten kita kuatkan Indonesia. Dari Banten kita tunjukkan bahwa semangat perjuangan para pahlawan tetap hidup dalam kerja nyata generasi saat ini,” pungkasnya.