CILEGON — Semangat kemerdekaan di akar rumput terlihat dari aksi warga Ciwaduk Gede yang menggelar tradisi tahunan pembentangan bendera Merah Putih. Bendera berukuran 300 meter itu dibentangkan sepanjang Jalan H. Dangi, dengan warga berjejer di sisi jalan dan mengaraknya secara estafet.
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian perayaan HUT ke-81 RI yang digelar selama sebulan penuh. Ikatan Pemuda Ciwaduk Gede (IPCG) menjadi motor penggerak di balik persiapan acara yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua.
26 Pakaian Adat Nusantara Meriahkan Arak-Arakan
Keunikan perayaan tahun ini adalah kehadiran puluhan anak-anak yang mengenakan 26 pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berjalan di sepanjang rute arak-arakan, menambah semarak pemandangan bendera raksasa yang membentang di atas jalan kampung.
Ketua Panitia HUT RI Lingkungan Ciwaduk Gede, Maulana Abdul Haq, menyebut pembentangan bendera ini merupakan persembahan ikonik warga untuk menumbuhkan semangat persatuan. "Kami menyadari, soal pembentangan bendera merah putih sepanjang 300 meter dan lebar 2,5 meter ini memang bukan yang terpanjang, tapi persembahan ikonik ini adalah bukti kami menunjukkan semangat persatuan dan kesatuan yang dibingkai dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika," kata Maulana, Senin (17/8/2026).
Selain Bendera Raksasa, Ada Tradisi Sangoan Sepanjang 200 Meter
Rangkaian perayaan di Ciwaduk Gede tidak berhenti pada arak-arakan bendera. Sepanjang bulan Agustus, warga menggelar berbagai perlombaan khas 17-an yang diikuti anak-anak hingga orang tua. Namun, tradisi yang paling dinanti adalah "Sangoan", yakni makan bersama di atas alas yang dibentangkan di tengah jalan.
Menjelang 17 Agustus, warga membawa makanan dari rumah masing-masing untuk disantap bersama. Alas sepanjang sekitar 200 meter itu dipenuhi hidangan khas rumahan sebagai wujud syukur. "Alhamdulillah, berkat kerja sama semua warga, kami bisa turut meramaikan PHBN ini dengan berbagai perlombaan. Tapi, mungkin bedanya dengan lingkungan lain, kami ada Sangoan jelang 17 Agustus yang rutin setiap tahun sebagai bentuk syukur," ujarnya.
Peran Pemuda Jadi Kunci Kemeriahan HUT RI
Ketua RW Lingkungan Ciwaduk Gede, Machdi Hasbulloh, mengapresiasi inisiatif para pemuda yang tergabung dalam IPCG. Menurutnya, ide-ide kreatif yang muncul dari kalangan muda membuat perayaan kemerdekaan di lingkungannya terasa hidup dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
"Saya sangat bahagia melihat para pemuda di sini berperan aktif, sehingga ide-ide luar biasa bermunculan meski harus dilakukan dengan berlelah-lelah demi merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia ini," kata Machdi.
Dia berharap semangat kolaborasi ini tidak berhenti setelah perayaan usai. "Kemeriahan ini menjadi bukti semangat kemerdekaan masih hidup di akar rumput. Semoga inisiatif dan kreativitas para pemuda tidak berhenti sampai di sini saja, tapi harus lebih berperan aktif dalam berbagai persoalan yang ada," tutup Machdi.