LEBAK — Pemerintah Kabupaten Lebak berupaya menghentikan ketergantungan pasokan ikan air tawar dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini, pasokan utama untuk komoditas konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut masih didatangkan dari wilayah tetangga.
"Kami meyakini potensi produksi ikan tawar di daerah ini bisa terwujud swasembada ikan," kata Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, Kamis.
Dinas Perikanan memproyeksikan peningkatan volume produksi secara bertahap. Jika pada 2025 produksi ditargetkan sebesar 4.000 ton dengan perputaran uang mencapai Rp141 miliar, maka pada 2026 angka tersebut dipatok naik menjadi 5.000 ton. Komoditas utama yang diandalkan meliputi ikan emas, nila, gurame, patin, bawal, lele, hingga udang vaname.
Pemerintah daerah kini fokus membenahi infrastruktur dasar perikanan, terutama perbaikan sarana dan prasarana Balai Benih Ikan (BBI). Fokus utama perbaikan mencakup rehabilitasi kolam dan penyediaan akses air bersih yang stabil untuk menjamin kualitas benih.
Langkah ini diambil untuk menutup celah kebutuhan benih yang sangat tinggi. Selama ini, kebutuhan pembenihan ikan tawar di Lebak mencapai 2 juta ekor per tahun, namun Unit Pembenihan Rakyat (UPR) baru mampu menyuplai sekitar 100 ribu benih. Revitalisasi BBI diharapkan mampu memenuhi kekurangan tersebut secara mandiri.
"Jika langkah-langkah itu terealisasi dipastikan Lebak sebagai sentra ikan tawar di Banten dan memenuhi permintaan SPPG itu," ujar Deni yang merupakan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.
Selain infrastruktur, Pemkab Lebak menyasar penguatan di level peternak melalui penyaluran bantuan benih secara bertahap kepada 660 kelompok pembudidaya ikan. Optimalisasi peran penyuluh juga ditingkatkan agar para pembudidaya mampu menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).
Untuk tahun ini, bantuan benih ikan lele sudah mulai direalisasikan yang bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk 18 kelompok, serta tambahan bantuan dari Dinas Perikanan Banten.
Kebutuhan ikan untuk program MBG sendiri diperkirakan mencapai 500 kilogram per SPPG. Dengan estimasi berat ikan empat ekor per kilogram, pasokan ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan gizi bagi 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat di setiap satuan pelayanan.