Pencarian

Telkom Selesaikan Penyederhanaan 10 Anak Usaha pada Semester I 2026, Langkah Menuju Holding Strategis

Rabu, 08 Juli 2026 • 15:13:01 WIB
Telkom Selesaikan Penyederhanaan 10 Anak Usaha pada Semester I 2026, Langkah Menuju Holding Strategis
Telkom rampungkan penyederhanaan 10 anak usaha sebagai bagian transformasi bisnis pada semester I 2026.

BANTEN — Penyederhanaan portofolio ini menjadi salah satu pilar utama dalam strategi transformasi TLKM 30. Fokusnya adalah menata ulang bisnis melalui optimalisasi entitas, mengharmonisasi usaha yang tumpang tindih, serta melepas bisnis yang dianggap non-inti. Lewat inisiatif ini, Telkom juga mengejar efisiensi operasional dan mempertajam alokasi belanja modal ke sektor telekomunikasi serta digital.

Skema Divestasi, Merger, dan Likuidasi

Proses streamlining dilakukan melalui tiga skema utama, yakni divestasi, merger, dan likuidasi. Hingga akhir Juni 2026, Telkom telah menyelesaikan aksi korporasi terhadap sepuluh entitas tersebut. Khusus untuk skema divestasi, perseroan menuntaskan pelepasan dua entitas yang ditandai dengan penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) bersama mitra strategis pada 3 Juni 2026.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menyatakan bahwa penyederhanaan portofolio adalah langkah strategis untuk membangun organisasi yang lebih lincah di tengah dinamika industri digital. "Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama," ujarnya.

Menuju Model HoldCo-OpCo

Langkah ini memperkuat transformasi Telkom dari model operating holding menuju strategic holding dengan format Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo). Dalam struktur baru ini, Telkom sebagai HoldCo akan fokus pada pengelolaan portofolio, penguatan tata kelola, penciptaan sinergi, dan optimalisasi nilai antar segmen bisnis. Sementara itu, aktivitas operasional harian dijalankan oleh OpCo yang terbagi dalam empat segmen spesifik: B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International Business.

Dengan struktur yang lebih ramping, Seno menambahkan, Telkom memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bergerak lebih gesit, mengalokasikan investasi secara lebih optimal, serta menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas. Rencananya, penataan portofolio ini akan terus berlanjut sejalan dengan target streamlining BUMN yang diamanatkan oleh Danantara dan BP BUMN.

Bagikan
Sumber: tvonenews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks