PANDEGLANG — Jalan utama di Kampung Cilaja, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, akhirnya diperbaiki secara swadaya oleh warga setelah nyaris tiga dekade dibiarkan berlubang. Ratusan warga bergotong royong menuang cor beton dan menata batako di sepanjang 100 meter jalan yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi desa.
Setiap hari, jalan ini dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat yang mengangkut hasil bumi dari lahan pertanian menuju pasar di pusat Kota Pandeglang. Namun, kondisi aspal yang mengelupas dan lubang menganga kerap memicu kecelakaan, terutama saat musim hujan tiba.
“Kami sudah berulang kali melapor ke kelurahan dan kecamatan, tapi tidak ada tindak lanjut. Akhirnya kami kumpulkan iuran, beli material sendiri,” ujar seorang warga setempat yang ikut dalam gotong royong, Selasa (15/4/2025).
Dana Swadaya Jadi Solusi Sementara
Material seperti batako, semen, dan pasir dibeli dari hasil iuran puluhan kepala keluarga di lingkungan tersebut. Mereka menargetkan perbaikan selesai dalam beberapa hari ke depan agar akses kembali aman dilalui, setidaknya untuk kendaraan roda dua.
Warga mengaku tidak memasang target muluk. Mereka hanya ingin jalan bisa dilewati tanpa risiko kecelakaan, terutama bagi anak-anak yang setiap hari melintas menuju sekolah dan ibu-ibu yang mengantar hasil panen ke pasar.
Akses Ekonomi Terancam, Warga Minta Perbaikan Permanen
Jalan sepanjang 100 meter itu bukan sekadar akses warga. Jalan ini menjadi jalur distribusi utama bagi komoditas pertanian seperti padi, sayuran, dan buah dari lahan di Kelurahan Cilaja menuju pusat Kota Pandeglang. Jika rusak parah, hasil panen sering terlambat sampai dan nilainya anjlok.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam. Mereka menilai jalan ini memiliki peran strategis bagi perekonomian lokal dan keselamatan masyarakat.
“Kami hanya ingin pemerintah hadir. Jangan sampai kami terus-terusan pakai uang sendiri untuk perbaiki jalan yang seharusnya jadi tanggung jawab negara,” tambah warga lainnya.
Pemkab Pandeglang Belum Beri Tanggapan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang terkait kondisi jalan di Kelurahan Cilaja. Warga berharap aksi gotong royong ini menjadi alarm bagi pemda untuk segera menganggarkan perbaikan di tahun anggaran mendatang.
Peristiwa ini menjadi potret klasik infrastruktur di daerah: warga terpaksa menjadi "kontraktor dadakan" karena birokrasi perbaikan jalan yang lambat dan tidak responsif. Tanpa intervensi pemda, jalan yang diperbaiki secara swadaya berpotensi kembali rusak dalam waktu singkat.