Pencarian

Pertalite Eceran di Pelaihari Tembus Rp17 Ribu per Liter, Beban Warga Pengguna Motor Kian Berat

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 07:30:32 WIB
Pertalite Eceran di Pelaihari Tembus Rp17 Ribu per Liter, Beban Warga Pengguna Motor Kian Berat
Warga membeli Pertalite eceran seharga Rp17.000 per liter di sebuah warung di Pelaihari, Kalimantan Selatan.

BANTEN — Praktik penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite secara eceran di Kota Pelaihari tengah menjadi sorotan. Pasalnya, harga yang dipatok para pengecer mencapai Rp17.000 per liter, sebuah angka yang dinilai tidak masuk akal oleh masyarakat setempat.

Selisihnya sangat mencolok jika dibandingkan dengan harga resmi Pertalite yang seharusnya berada di kisaran Rp10.000-an per liter. Kondisi ini otomatis mengerek pengeluaran harian, terutama bagi mereka yang setiap hari bergantung pada sepeda motor untuk bekerja dan mengangkut barang.

Kutipan Warga: Harga Tak Wajar tapi Tak Ada Pilihan

Seorang warga mengaku sempat terkejut saat mengetahui harga satu liter Pertalite eceran di warung langganannya. Ia menilai kenaikan ini sudah di luar batas kewajaran dan langsung berdampak pada biaya transportasi hariannya.

“Saya beli bensin Pertalite eceran satu liter Rp17.000, kaget juga kok semahal ini. Walaupun Rp13.000 per liter masih masuk akal,” ujarnya kepada lenterakalimantan.com.

Meski keberatan, ia mengaku tidak punya pilihan lain selain tetap membeli. “Kita mau tidak mau tetap membeli karena dipakai untuk bekerja,” tambahnya.

Potensi Tekanan Ekonomi dan Imbauan untuk Pengecer

Fenomena harga eceran yang tidak terkendali ini berpotensi menambah beban ekonomi rumah tangga di Pelaihari. Jika dibiarkan, daya beli masyarakat kecil akan terus tergerus, sementara mobilitas untuk aktivitas produktif justru tidak bisa dihentikan.

Kondisi ini memunculkan harapan agar ada intervensi dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, untuk menertibkan praktik pengeceran ini. Masyarakat berharap harga di tingkat eceran bisa kembali wajar dan tidak terlalu jauh dari ketentuan resmi pemerintah, sehingga tidak semakin menekan warga kecil yang bergantung pada sepeda motor.

Follow kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lenterakalimantan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks