Pencarian

IHSG Ditutup Menguat 1,68% ke 6.501, Sektor Barang Baku Pimpin Kenaikan

Kamis, 20 Agustus 2026 • 17:56:36 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,68% ke 6.501, Sektor Barang Baku Pimpin Kenaikan
IHSG ditutup menguat 1,68% ke level 6.501 pada perdagangan Kamis, dengan sektor barang baku memimpin kenaikan.

BANTEN — Reli IHSG pada sesi Kamis ini menjadi yang terkuat dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data RTI Infokom, volume saham yang diperdagangkan mencapai 43,65 miliar lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,28 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 452 saham menguat, 190 saham terkoreksi, dan 150 saham stagnan.

Sektor Barang Baku dan Bursa Asia Jadi Katalis Utama

Seluruh sektor indeks kompak menghijau pada penutupan sore ini. Sektor barang baku menjadi pemimpin kenaikan dengan apresiasi mencapai 3,46%, disusul sektor-sektor lain yang turut mendorong laju indeks. Kondisi ini sejalan dengan pergerakan bursa kawasan Asia yang kompak menguat.

Di Asia, indeks Nikkei 225 Jepang melesat 1,36%, Shanghai Composite China naik 1,02%, dan Hang Seng Composite Hong Kong menguat 0,80%. Sementara itu, Straits Times Singapura mencatat kenaikan tipis 0,24%.

Kontras dengan Eropa, Wall Street Masih Perkasa

Sentimen positif dari Asia tidak diikuti bursa Eropa yang justru terpantau melemah. Indeks DAX Jerman turun 0,59% dan FTSE 100 Inggris melemah 0,27% pada pembukaan perdagangan. Namun, kontrak berjangka dan indeks acuan Amerika Serikat masih menunjukkan kekuatan.

Indeks Dow Jones tercatat menguat 0,22%, S&P 500 naik 0,21%, dan NASDAQ Composite menguat 0,16% pada posisi penutupan sebelumnya. Kombinasi penguatan Wall Street dan Asia ini menjadi pendorong utama aksi beli investor di pasar domestik.

Arus Transaksi dan Perilaku Investor Domestik

Nilai transaksi Rp15 triliun pada hari ini menunjukkan partisipasi pasar yang cukup solid. Dengan rasio saham menguat yang mencapai lebih dari 57% dari total saham yang terdaftar, momentum ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap arah pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek, mengingat divergensi pergerakan antara bursa Asia yang menguat dan Eropa yang melemah. Pasar global masih dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter dan perlambatan ekonomi.

Investasi mengandung risiko. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Follow kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks