Pencarian

114 Unit Koperasi Desa di Lebak Rampung, Ulama Kharismatik Yakin Jadi Penggerak Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja

Minggu, 16 Agustus 2026 • 12:33:31 WIB
114 Unit Koperasi Desa di Lebak Rampung, Ulama Kharismatik Yakin Jadi Penggerak Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja
Sebanyak 114 unit Koperasi Desa (KDMP) di Kabupaten Lebak telah rampung dibangun oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

LEBAK — Keyakinan itu disampaikan KH Hasan Basri menanggapi rampungnya pembangunan puluhan unit KDMP yang dikerjakan PT Agrinas Pangan Nusantara di wilayah Kabupaten Lebak. Ia menilai koperasi ini bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan simpul baru perputaran uang di tingkat pedesaan.

“Kami minta masyarakat mendukung KDMP, karena tujuan pemerintah itu untuk mensejahterakan masyarakat desa,” kata Anggota Fatwa MUI Banten tersebut dalam keterangan yang diterima di Lebak, Sabtu.

Potensi Usaha Desa Diserap Koperasi

Menurut KH Hasan Basri, berbagai potensi usaha yang selama ini berjalan di masyarakat—mulai dari sektor pertanian pangan, palawija, hortikultura, peternakan, perikanan, hingga produk kerajinan UMKM—dapat bermitra dengan koperasi. Hasil produksi tersebut selanjutnya akan ditampung dan dipasok ke sejumlah daerah di Banten, Jakarta, hingga Jawa Barat.

“Dengan menampung aneka usaha masyarakat itu dipastikan memberikan nilai tambah peningkatan ekonomi desa,” ujarnya.

Target Operasional dan Unit Usaha KDMP

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, menyebutkan dari total 344 unit KDMP yang direncanakan, sebanyak 114 unit telah tuntas dibangun. Koperasi yang sudah rampung tersebut kemungkinan besar baru akan beroperasi setelah diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2026.

Kehadiran KDMP nantinya tidak hanya memperkuat usaha simpan pinjam, tetapi juga mengelola sejumlah lini bisnis. Beberapa di antaranya meliputi pengadaan warung sembako, pergudangan, klinik, apotek, hingga penyediaan pupuk.

“Kami meyakini KDMP dapat menjadi penggerak ekonomi desa melalui berbagai aneka usaha itu, sehingga bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” jelas Imam Suangsa.

Perputaran Uang Hingga Ratusan Juta di Desa Cihara

Di tingkat lapangan, koperasi ini mulai menunjukkan hasil nyata. Ketua KDMP Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara, Aep Saepudin, mengungkapkan unit yang dikelolanya telah beroperasi selama empat bulan terakhir dengan menggandeng pelaku UMKM setempat.

Produksi berbasis sumber daya lokal itu mampu menggulirkan perputaran uang hingga ratusan juta rupiah per bulan. Dengan kalkulasi Rp40 ribu per kilogram dari total produksi aneka usaha mencapai 10 ton per bulan, dampaknya langsung dirasakan warga.

“Kami sudah empat bulan mengelola koperasi itu bersama masyarakat dan dapat menciptakan perekonomian baru bagi masyarakat pedesaan,” kata Aep.

Follow kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks