BANTEN — Rumor seputar iPhone Ultra kian memanas menjelang ajang Apple Event September mendatang. Perangkat lipat pertama Apple ini disebut-sebut akan debut dengan harga selangit, diperkirakan mencapai USD 2.000 hingga USD 2.500 (sekitar Rp 33 juta hingga Rp 41,25 juta). Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa ketersediaannya di pasar global mungkin tidak akan serentak.
Strategi Rilis Bertahap ala Vision Pro
Laporan dari media Australia, ChannelNews, mengungkap bahwa Apple berencana merilis iPhone Ultra secara bertahap. Pasar Amerika Serikat akan menjadi yang pertama mendapatkan perangkat ini, sebelum kemudian menyusul ke wilayah lain secara perlahan.
Strategi ini bukan hal baru bagi Apple. Sebelumnya, perusahaan yang bermarkas di Cupertino itu menerapkan pola serupa saat meluncurkan Apple Vision Pro, headset mixed-reality pertamanya. Pendekatan ini memungkinkan Apple untuk mengontrol pasokan dan mengukur permintaan pasar secara lebih hati-hati.
Akar Masalah: Pasokan dan Pengujian Produksi
Informasi yang dihimpun ChannelNews dari salah satu pemasok Apple di China menyebutkan bahwa penundaan rilis di berbagai kawasan terutama disebabkan oleh masalah pasokan dan harga. Hal ini mengindikasikan bahwa Apple masih berjuang untuk memproduksi unit dalam jumlah yang cukup.
Lebih lanjut, sumber tersebut juga menyebutkan bahwa Apple tengah menghadapi kendala dalam pengujian model produksi yang sudah jadi. Isu serupa sebenarnya telah beredar dalam beberapa pekan terakhir, memicu kekhawatiran akan terbatasnya stok di hari peluncuran.
Mengapa Apple Memilih Rilis Bertahap?
Kendati ada laporan yang saling bertentangan mengenai kesiapan produksi, banyak pihak meyakini iPhone Ultra tetap akan diperkenalkan bersamaan dengan iPhone 18 Pro di acara peluncuran bulan depan. Strategi rilis bertahap ini bisa menjadi solusi tengah bagi Apple.
Dengan membatasi peluncuran awal hanya di AS, Apple tetap bisa memenuhi target rilis akhir 2026 tanpa harus khawatir kehabisan stok di pasar utamanya. Sementara itu, sumber dari operator seluler di Australia menyebutkan bahwa peluncuran lokal bisa memakan waktu berbulan-bulan dan tidak akan bersamaan dengan jajaran iPhone lainnya musim gugur ini.
Harga dan Ketersediaan di Luar AS
Ada juga klaim bahwa Apple mungkin tidak akan mengumumkan banderol harga iPhone Ultra, meski belum jelas apakah ini berlaku untuk harga di luar AS atau harga global. Keputusan ini kemungkinan besar bergantung pada seberapa cepat Apple dan mitranya dapat mengatasi masalah produksi.
Jika pasokan dan hasil produksi membaik, Apple punya peluang lebih besar untuk merilis iPhone Ultra di berbagai kawasan tanpa risiko kekurangan stok di AS. Sebaliknya, jika permintaan domestik melemah—mirip seperti yang terjadi pada Vision Pro—Apple bisa mempercepat peluncuran global untuk menjaga momentum penjualan.
Target Produksi 10 Juta Unit
Laporan menyebutkan Apple menargetkan produksi sekitar 10 juta unit iPhone Ultra. Angka ini memang jauh lebih kecil dibandingkan total penjualan iPhone non-lipat tahunan, namun perlu diingat bahwa harga perangkat lipat ini diperkirakan lebih dari dua kali lipat harga iPhone biasa.
Bagi konsumen di AS, peluang untuk mendapatkan iPhone Ultra di masa peluncuran awal tetap terbuka, asalkan bersedia membayar harga premium yang ditawarkan. Namun, bagi calon pembeli di luar AS, waktu tunggu menjadi pertanyaan besar yang belum ada jawaban pastinya. Situasi ini mengingatkan kita pada pola peluncuran Vision Pro yang juga sempat terhambat di pasar internasional.