BANTEN — Kegiatan yang digelar di kawasan Megamendung itu menjadi salah satu rangkaian puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Selain Dedi, hadir pula Ketua Umum Panitia Hari Bhayangkara ke-80 Komjen Pol. Ramdani Hidayat dan Kepala BNPT Komjen Pol. Eddy Hartono, serta sejumlah pejabat TNI-Polri dan unsur pemerintah daerah.
Hipertensi dan ISPA Mendominasi Hasil Pemeriksaan Kesehatan
Dari total 204 warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan, hipertensi menjadi keluhan paling banyak ditemukan. Disusul infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gastritis atau dispepsia, dan diabetes melitus.
Kepala Satuan Kesehatan Pusdokkes Polri Kombes Pol. dr. Alexy Oktoman Djohansjah mengatakan pihaknya menyiapkan kapasitas pelayanan untuk sekitar 500 warga. "Tenaga medis, sarana kesehatan, obat-obatan, ambulans, hingga peralatan pemeriksaan telah kami siapkan," ujarnya.
Sebanyak 40 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan petugas laboratorium dikerahkan. Empat unit ambulans juga disiagakan untuk mendukung kelancaran pelayanan.
Santunan untuk 110 Anak Yatim dan Pembagian Kacamata Baca
Selain paket sembako, panitia menyalurkan santunan kepada 110 anak yatim piatu dan dhuafa. Warga juga mendapatkan layanan konsultasi dokter spesialis penyakit dalam, pengecekan gula darah, kolesterol, asam urat, hingga pembagian kacamata baca dan paket imunitas.
Wakapolri Dedi Prasetyo sempat meninjau langsung lokasi pelayanan dan menyapa warga yang mengantre. "Sehat-sehat terus ya Ibu dan Bapak," katanya kepada sejumlah warga.
Dalam sambutannya, Dedi menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat. "Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan," ucapnya.
Penanaman Pohon dan Pelepasan Burung sebagai Simbol Pelestarian Alam
Kegiatan tidak berhenti pada bakti sosial. Panitia juga menanam pohon alpukat, sukun, dan durian di kawasan Megamendung. Sebanyak 90 ekor burung kutilang dan sejumlah merpati putih dilepaskan sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Salah seorang warga, Susanti, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini. "Alhamdulillah, kami jadi lebih mengetahui kondisi kesehatan dan mendapatkan pelayanan dengan baik," katanya.
Berdasarkan data panitia, bakti sosial dan bakti kesehatan ini merupakan agenda rutin menjelang Hari Bhayangkara. Fokus utamanya adalah deteksi dini penyakit dan pemberian bantuan langsung kepada masyarakat di wilayah penyangga Jakarta seperti Kabupaten Bogor.