Pencarian

Gugatan Magnet Forensics Ungkap Exploit iPhone usbliter8 Diduga Hasil Curian Rahasia Dagang

Sabtu, 25 Juli 2026 • 08:23:01 WIB
Gugatan Magnet Forensics Ungkap Exploit iPhone usbliter8 Diduga Hasil Curian Rahasia Dagang

BANTEN — Magnet Forensics, perusahaan forensik digital yang berbasis di Kanada, resmi menggugat Paradigm Shift Technology dan mantan engineer-nya, Mario Del Gaudio, ke pengadilan. Tuduhannya: exploit bernama usbliter8 yang dipublikasikan Paradigm Shift bulan lalu dikembangkan menggunakan rahasia dagang yang dicuri dari proyek internal Magnet Forensics. Gugatan ini menjadi sorotan karena exploit tersebut menyasar BootROM—bagian paling dasar dari chip Apple—yang berarti tidak bisa ditambal dengan pembaruan iOS biasa.

Mantan Engineer Diduga Bawa Rahasia Dagang

Menurut dokumen gugatan yang diperoleh, Del Gaudio bekerja sebagai Exploit Engineer di Magnet Forensics dari November 2023 hingga November 2024. Selama masa kerjanya, ia ditempatkan di proyek paling sensitif perusahaan: pengembangan akses zero-day internal bernama "MSG".

Setelah kontraknya berakhir, Del Gaudio bergabung dengan Paradigm Shift, perusahaan keamanan siber yang bisnisnya memonetisasi akses ke perangkat. Pada 18 Juni 2026, Paradigm Shift menerbitkan blog teknis berjudul "Introducing usbliter8: An A12/A13 SecureROM Exploit". Magnet Forensics mengklaim isi blog tersebut secara substansial sama dengan proyek MSG yang dikerjakan Del Gaudio.

usbliter8: Exploit BootROM yang Tidak Bisa Ditambal

usbliter8 adalah kerentanan di SecureROM—bagian dari BootROM pada chip Apple A12, A13, S4, dan S5. Chip ini digunakan di iPhone XS, XR, 11, SE (generasi kedua), serta beberapa Apple Watch. Exploit bekerja dengan mengirimkan data khusus ke pengontrol USB perangkat, membingkainya, dan memberi penyerang kendali penuh atas proses booting.

Penyerang dengan akses fisik bisa menjalankan kode sebelum iOS dimuat, melewati pemeriksaan tanda tangan, dan mem-boot sistem yang dimodifikasi. Karena menyerang BootROM yang hanya bisa dibaca, kerentanan ini tidak bisa diperbaiki melalui update software. Namun, dampaknya terbatas karena hanya memengaruhi chip yang dirilis tahun 2018 dan 2019—perangkat baru seperti iPhone 15 atau 16 tidak terdampak.

Paradigm Shift sebelumnya mengklaim publikasi exploit ini sudah dikoordinasikan dengan Apple Product Security. Magnet Forensics membantah dan menyebut Paradigm Shift telah mengabaikan beberapa kali permintaan penghentian publikasi dan kode proof-of-concept.

Apa Tuntutan Magnet Forensics?

Dalam gugatan yang diajukan ke pengadilan, Magnet Forensics meminta Paradigm Shift dan Del Gaudio untuk:

  • Menghapus publikasi usbliter8 dan semua materi terkait, termasuk kode proof-of-concept.
  • Memberikan kompensasi finansial atas kerugian akibat pencurian rahasia dagang.
  • Mendapatkan perintah pengadilan yang melarang penggunaan atau pengungkapan lebih lanjut rahasia dagang yang diduga dicuri.

Magnet Forensics mengklaim memiliki bukti langsung yang menghubungkan Del Gaudio dengan publikasi exploit tersebut. Dokumen lengkap gugatan bisa diakses melalui tautan yang disertakan dalam pengumuman resmi.

Bagi pengguna iPhone di Indonesia, kasus ini mungkin terdengar mengkhawatirkan. Namun, perlu ditegaskan bahwa usbliter8 membutuhkan akses fisik ke perangkat—bukan serangan jarak jauh. Risiko terbesar hanya mengancam perangkat yang jatuh ke tangan orang tak bertanggung jawab. Kasus hukum ini masih berjalan dan belum ada putusan akhir.

Bagikan
Sumber: 9to5mac.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks