Pencarian

Wagub Banten Dimyati Sebut Mahasiswa seperti Pion Catur yang Bisa Sukses, Turnamen Pomprov VIII Diikuti 1.270 Peserta

Rabu, 02 September 2026 • 15:37:32 WIB
Wagub Banten Dimyati Sebut Mahasiswa seperti Pion Catur yang Bisa Sukses, Turnamen Pomprov VIII Diikuti 1.270 Peserta
Wagub Banten Dimyati Natakusumah menyaksikan babak akhir cabang catur Pomprov VIII di Cilegon, Banten.

CILEGON — Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banten bersaing dalam Pomprov VIII yang berlangsung di Kota Cilegon. Ajang tahunan ini menjadi salah satu ruang pembentukan karakter sekaligus pengembangan bakat olahraga bagi kalangan akademisi.

Cabang catur mempertandingkan 63 peserta dari 20 perguruan tinggi, terdiri dari 43 putra dan 20 putri. Mereka memperebutkan total 24 keping medali yang tersebar di sejumlah kategori.

Pion Catur dan Filosofi Perjuangan Mahasiswa

Dimyati hadir langsung di lokasi pertandingan untuk menyaksikan babak akhir. Kepada para peserta, ia menyampaikan motivasi dengan mengambil analogi dari permainan yang sedang mereka mainkan.

"Mahasiswa dalam catur itu seperti bidak atau pion. Melangkahnya satu langkah ke depan saja, tetapi begitu lulus, dia bisa bebas memilih profesi. Itu kelebihan pion. Mereka bisa sukses kalau terus belajar," ujarnya.

Menurut Dimyati, permainan catur merupakan miniatur sebuah negara. Raja dalam catur adalah sosok penentu yang harus senantiasa dikawal meski geraknya terbatas ke depan, belakang, dan samping.

"Begitu raja mati, permainan selesai," tuturnya.

Eksibisi Wagub Melawan Dua Kampiun

Usai memberikan arahan, Dimyati turun ke papan catur untuk melakukan pertandingan eksibisi. Ia berhadapan dengan Zein Haikal Tamami, mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang keluar sebagai juara pertama kategori putra, serta Aurelia Vania dari Politeknik Keuangan Negara STAN yang menjuarai kategori putri.

Dari keterampilan yang ditunjukkan para finalis, Dimyati menilai kemampuan catur mahasiswa di Banten sudah sangat baik. "Tinggal ditingkatkan lagi belajarnya dan perbanyak jam terbang dengan sering mengikuti festival atau pertandingan," tambahnya.

Pesan untuk yang Menang dan yang Kalah

Dimyati berpesan agar mahasiswa yang berhasil meraih kemenangan tidak larut dalam euforia. Sebaliknya, mereka yang belum beruntung diminta terus berlatih tanpa berkecil hati.

"Bagi yang menang, jangan sombong karena kemenangan itu ada kalanya. Bagi yang kalah jangan berkecil hati, teruslah berlatih," pesannya.

Ia menambahkan, pecatur sejati terbiasa menunggu lawan berpikir sebelum melangkah. Kebiasaan tersebut membentuk kesabaran dan kemampuan berpikir strategis yang menjadi bekal berharga setelah lulus kuliah.

"Pemain catur adalah orang yang sabar karena terbiasa menunggu lawan berpikir sebelum melangkah. Pecatur adalah seorang pemikir. Insyaallah Anda semua akan sukses," ucapnya.

Follow kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fixsnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks