SERANG — Anggota Komisi V DPRD Banten Yeremia Mendrofa menyoroti kepastian pencairan dana Program Sekolah Gratis Provinsi Banten. Ia menilai penambahan anggaran harus dibarengi dengan kepastian jadwal pencairan agar sekolah dapat mengelola kebutuhan operasional secara lebih baik.
Usulan kenaikan anggaran Program Sekolah Gratis dari sekitar Rp 340 miliar pada 2026 menjadi Rp 520 miliar pada 2027 menjadi sorotan Komisi V. Selisih Rp 180 miliar itu disebut berkaitan dengan perluasan cakupan penerima bantuan serta pembiayaan siswa dari angkatan sebelumnya yang masih menempuh pendidikan.
Mengapa Keterlambatan Pencairan Jadi Masalah Serius
Menurut Yeremia, keterlambatan penyaluran bantuan dapat mengganggu arus kas sekolah. Dampaknya menyentuh pembayaran guru hingga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
"Pengalaman keterlambatan pencairan dana juga harus menjadi pelajaran. Sekolah membutuhkan kepastian arus kas untuk membayar guru dan menjaga kegiatan belajar tetap berjalan. Karena itu, jadwal penyaluran harus realistis, terukur, dan dipantau secara terbuka," kata Yeremia, Selasa 20 Oktober 2026.
Ia menilai penambahan anggaran harus diikuti perencanaan penyaluran dana yang realistis dan terukur. Tanpa itu, sekolah berisiko kembali menghadapi persoalan arus kas yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ukuran Keberhasilan Bukan Besarnya Anggaran Terserap
Yeremia juga meminta pemerintah daerah memastikan anggaran yang dialokasikan benar-benar berdampak terhadap keberlanjutan pendidikan siswa. Keberhasilan program, katanya, tidak cukup dinilai dari besarnya anggaran yang terserap atau jumlah peserta didik yang terdaftar sebagai penerima bantuan.
Pemerintah perlu mengevaluasi apakah program mampu menekan angka putus sekolah dan membantu siswa menyelesaikan pendidikan hingga lulus.
"Ukuran keberhasilan program bukan sekadar berapa banyak anggaran terserap atau berapa banyak siswa terdaftar, tetapi berapa banyak anak yang berhasil bertahan di sekolah sampai lulus," ujarnya.
Evaluasi tersebut dinilai penting agar penambahan anggaran dapat diukur berdasarkan manfaat yang dirasakan peserta didik, bukan hanya berdasarkan realisasi belanja pemerintah.
Rp 520 Miliar untuk 2027 dan Perluasan Penerima
Pada 2027, anggaran Program Sekolah Gratis Banten diusulkan mencapai sekitar Rp 520 miliar. Angka itu naik Rp 180 miliar dibandingkan alokasi 2026 yang berada di kisaran Rp 340 miliar.
Usulan kenaikan tersebut juga berkaitan dengan perluasan cakupan penerima bantuan serta pembiayaan siswa dari angkatan sebelumnya yang masih menempuh pendidikan. Dua faktor itu membuat kebutuhan belanja program ikut membesar.
Dengan perencanaan penyaluran yang baik dan evaluasi berkala, program tersebut diharapkan dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi akses pendidikan di Banten.