Wali Kota Tangerang Sachrudin menilai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan bulan kemerdekaan mengandung makna khusus, yakni pengingat untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam mengisi kemerdekaan. Makna ini disampaikan Sachrudin di tengah persiapan Festival Maulid Nusantara ke-7 yang akan digelar GP Ansor bersama Dispora Kota Tangerang pada 21-25 Agustus 2026.
TANGERANG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh di bulan peringatan kemerdekaan dinilai bukan sekadar seremonial keagamaan. Wali Kota Tangerang Sachrudin menyebut momen ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kemerdekaan harus diisi dengan akhlak mulia, bukan hanya perayaan semata.
"Kalau kemerdekaan mengajarkan kita tentang perjuangan, persatuan dan gotong royong, maka Maulid mengingatkan kita kepada akhlak Rasulullah SAW, tentang kejujuran, kedamaian dan bagaimana kita dapat memperkuat keimanan," ujar Sachrudin di Tangerang, Sabtu.
Makna 81 Tahun Kemerdekaan bagi Warga Tangerang
Sachrudin menegaskan bahwa usia kemerdekaan yang telah mencapai 81 tahun merupakan perjalanan panjang yang tidak boleh disia-siakan. Menurutnya, tugas generasi sekarang adalah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni diri sendiri dan keluarga.
"81 tahun bukan perjalanan yang pendek. Tugas kita sekarang adalah mengisi dan mempertahankan kemerdekaan dengan terus membangun bangsa dan negara, yang kita mulai dari diri kita sendiri," ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi pribadi yang bermanfaat, menjaga keharmonisan keluarga, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman menjadi poin utama yang ditekankan oleh orang nomor satu di Kota Tangerang tersebut.
Festival Maulid Nusantara ke-7: dari Agenda Kota Menuju Event Nasional
Semangat memadukan nilai keagamaan dan kebangsaan ini termanifestasi dalam Festival Maulid Nusantara ke-7. Kegiatan yang digagas GP Ansor bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang ini akan berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Agustus 2026.
Berbeda dari peringatan Maulid pada umumnya, festival ini dirancang tidak hanya berisi kegiatan keagamaan. Rangkaian acara juga mencakup kebudayaan, wawasan kebangsaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
Kepala Dispora Kota Tangerang Kaonang berharap festival ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Ia menargetkan kegiatan ini mampu menarik peserta dari berbagai wilayah Indonesia, terlebih sejumlah perlombaan dalam festival tersebut telah diikuti oleh para santri dari berbagai daerah.
"Mudah-mudahan kegiatan ini mampu bermetamorfosis menjadi event nasional. Kita meyakini kegiatan yang menghadirkan banyak unsur dari berbagai daerah memiliki multiplier effect ekonomi yang tinggi," kata Kaonang.
Jangan Biarkan Kemerdekaan Hanya Jadi Seremoni
Di tengah hiruk pikuk persiapan festival, Wali Kota Sachrudin mengingatkan bahwa esensi peringatan kemerdekaan dan Maulid harus berujung pada aksi nyata. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berpuas diri dengan perayaan.
"Jangan sampai kemerdekaan hanya kita rayakan, tetapi tidak kita isi dengan kebaikan. Mari kita menjadi orang-orang yang banyak manfaatnya, keluarga kita bahagia, dan lingkungan kita aman, nyaman dan bahagia," kata dia.
Melalui Festival Maulid Nusantara ini, Pemerintah Kota Tangerang berupaya menunjukkan bahwa tradisi keagamaan dan semangat kebangsaan dapat berjalan beriringan, sekaligus mendorong perekonomian warga melalui kegiatan berskala besar yang melibatkan banyak pihak.