SERANG — BPJS Ketenagakerjaan memastikan santunan yang diterima pekerja atau ahli waris tidak sekadar menjadi uang tunai yang cepat habis. Lewat program PEKA yang diluncurkan Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat di Bandung, penerima manfaat di Banten mendapat pembinaan dan pelatihan agar kembali berdaya secara ekonomi.
Program ini diikuti 1.426 penerima manfaat secara nasional. Mereka adalah ahli waris peserta yang ditinggalkan tulang punggung keluarga, serta pekerja yang memasuki masa persiapan pensiun.
Santunan Rp 42 Juta Diarahkan Jadi Modal Usaha
Kepala Disnakertrans Provinsi Banten, Septo Kalnadi, menilai program ini krusial untuk mencegah keluarga penerima manfaat jatuh miskin setelah kehilangan pencari nafkah utama. Ia menyebut santunan yang diterima minimal Rp 42 juta berpotensi besar untuk menata kembali perekonomian keluarga.
“Jadi kita berharap dengan mereka kehilangan kepala keluarga, tidak berarti mereka akan jatuh kembali kepada kehidupan yang masuk ke kategori miskin,” ujarnya. Menurut Septo, inisiatif ini juga membantu pemerintah daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Pelatihan Disesuaikan Potensi Daerah
Dirut BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menjelaskan, pemberdayaan tidak dilakukan seragam. Materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan potensi ekonomi masing-masing daerah. Bentuknya beragam, mulai dari peningkatan kompetensi, pelatihan kewirausahaan, digital marketing dan content creator, kuliner, kerajinan tangan, florist, barista, laundry, make up, hingga menjahit.
“Kami khawatir kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima hanya menjadi konsumtif. Karena itu, melalui PEKA kami ingin mendorong shifting dari konsumtif menjadi produktif, dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri,” kata Saiful dalam keterangannya.
Kolaborasi dengan BBPVP Serang untuk Peminatan Peserta
Di Banten, tahap awal PEKA diisi materi pengelolaan keuangan dengan narasumber dari perbankan dan Mitra Investasi BPJS Ketenagakerjaan. Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Banten, Muhyidin, mengatakan pihaknya akan menggali lebih dalam minat para peserta setelah pertemuan perdana ini.
“Nah nanti dari hasil pertemuan hari ini kita akan lebih dalami lagi untuk peminatan para peserta,” katanya. Peserta selanjutnya akan mengikuti pelatihan sesuai minat di BBPVP Serang.
Pemerintah Pusat Siap Dampingi Wirausaha Baru
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi inisiatif ini dan menilai PEKA berpotensi melahirkan tenaga kerja mandiri. Kementeriannya siap berkolaborasi memberikan pendampingan agar usaha para penerima manfaat bisa berkembang berkelanjutan.
“Kita berharap bisa menumbuhkan tenaga kerja mandiri baru, wirausaha baru yang akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita. Ujungnya tentu kita berharap tidak hanya wirausaha baru, tapi juga nanti menciptakan lapangan kerja baru,” jelasnya.
Muhyidin menambahkan, tujuan akhir program ini adalah memastikan penerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan mampu mengelola uang dengan baik, produktif, dan memperoleh profit. “Ke depan kita akan terus berkolaborasi untuk memastikan bahwa pekerja-pekerja yang ditinggalkan oleh tulang keluarga menerima manfaat ini, tetap bisa lebih produktif,” tegasnya.