BANTEN — Penjualan BYD M6 DM turun tajam 39,8 persen pada September 2026, dari 1.161 unit menjadi 698 unit berdasarkan data wholesales. Meski terkoreksi, MPV PHEV ini masih memimpin segmennya di Indonesia dengan total distribusi 5.121 unit sejak Juni 2026.
Data wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer menunjukkan BYD M6 DM terdistribusi 698 unit pada September 2026. Angka itu turun 463 unit dibanding Agustus yang menyentuh 1.161 unit, setara koreksi 39,8 persen.
Penurunan bukan berarti M6 DM kehilangan posisi. Sepanjang Juni hingga September 2026, MPV plug-in hybrid ini sudah terdistribusi 5.121 unit dan masih menjadi PHEV terlaris di pasar Indonesia.
Puncak Distribusi Terjadi pada Juni 2026
Tren penjualan M6 DM bergerak menurun sejak awal kemunculannya. Juni 2026 menjadi bulan terbaik dengan 1.825 unit terdistribusi, lalu turun menjadi 1.437 unit pada Juli.
Angka kembali menyusut menjadi 1.161 unit pada Agustus, sebelum jatuh ke 698 unit pada September. Pola ini menunjukkan penurunan bertahap selama empat bulan berturut-turut, bukan lonjakan permintaan awal yang bertahan.
Varian Cross Superior Jadi Kontributor Terbesar
Dari sisi varian, trim Cross Superior mencatat distribusi terbanyak dengan 1.545 unit. Varian ini dibanderol Rp 380 juta, bukan yang termahal maupun termurah di jajaran M6 DM.
Sebaliknya, varian termurah M6 DM Standar yang dijual Rp 298 juta hanya terdistribusi 314 unit. Artinya, konsumen Indonesia lebih memilih varian menengah dengan kelengkapan fitur lebih baik ketimbang memilih harga paling murah.
Hampir Separuh Pasar PHEV Dikuasai M6 DM
Sepanjang Januari hingga September 2026, pasar mobil PHEV Indonesia mencatat 10.264 unit. Dengan 5.121 unit, BYD M6 DM menguasai hampir setengah pasar tersebut meski pengirimannya baru dimulai pada Juni.
Capaian itu menunjukkan penetrasi M6 DM cukup cepat di segmen yang masih kecil. Namun perlu dicatat, angka 5.121 unit tersebut terhitung hanya dalam empat bulan distribusi, bukan sembilan bulan penuh seperti total pasar PHEV.
Masih Jauh di Bawah Toyota Veloz Hybrid
Sebagai pembanding, Toyota Veloz Hybrid sudah terdistribusi 17.806 unit sepanjang 2026. Angka itu lebih dari tiga kali lipat distribusi BYD M6 DM dalam periode yang sama.
Perbandingan ini perlu dibaca hati-hati. Veloz Hybrid berstatus hybrid konvensional tanpa kemampuan pengisian daya eksternal, sementara M6 DM adalah PHEV dengan harga mulai Rp 298 juta. Keduanya menyasar ceruk pembeli berbeda meski sama-sama mengusung elektrifikasi.
Bagi calon pembeli, koreksi penjualan September belum tentu berdampak pada ketersediaan unit di dealer. Stok M6 DM masih terdistribusi rutin setiap bulan, dan varian Cross Superior tetap menjadi pilihan paling populer di jajaran model ini.