BANTEN — Volkswagen membatasi pengisian daya maksimum 22.524 unit ID.4 menjadi 80 persen lewat pembaruan over-the-air, bagian dari respons recall kebakaran baterai. Pembatasan berlaku sementara selama pabrikan masih menelusuri penyebab pasti insiden. Pemilik dijadwalkan menerima pemberitahuan resmi pada akhir November.
Dokumen recall yang diajukan Volkswagen kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) Amerika Serikat mengungkap langkah tersebut. Pembaruan dikirim ke kendaraan yang kompatibel, sementara unit yang tidak menerima OTA akan mendapat stiker peringatan untuk ditempel di bodi mobil.
Stiker itu memuat instruksi agar pemilik tidak mengisi daya melebihi 80 persen. Menurut dokumen NHTSA, pembatasan ini bersifat sementara selama Volkswagen mengembangkan perbaikan permanen.
Baterai Berisiko Terbakar di Atas 80 Persen
Dokumen menyebut baterai pada kendaraan terkait berpotensi terbakar jika kondisi pengisian tertentu terpenuhi saat daya melebihi 80 persen. Volkswagen sendiri belum bisa memastikan pemicu pastinya.
NHTSA mencatat belum ada indikator khusus yang memberi tahu pemilik bahwa ID.4 mereka terdampak. Namun jika kondisi recall muncul, pengemudi mungkin merasakan penurunan jarak tempuh atau performa.
Recall Kedua untuk ID.4 di Tahun yang Sama
Ini bukan recall pertama Volkswagen untuk ID.4 dalam setahun terakhir. Pada Januari, pabrikan asal Jerman itu menarik hampir 44.000 unit model tahun 2023 hingga 2025 karena isu kebakaran baterai.
Car and Driver telah menghubungi Volkswagen untuk mengonfirmasi apakah kedua recall saling berkaitan. Belum ada tanggapan resmi yang dipublikasikan.
Dealer Sudah Diberi Tahu, Pemilik Menunggu November
Jaringan dealer Volkswagen di Amerika Serikat telah menerima informasi soal masalah ini lebih dulu. Pemberitahuan kepada pemilik kendaraan baru dijadwalkan pada akhir November.
Menurut laporan InsideEVs, pembaruan OTA kemungkinan sudah aktif hampir sebulan sebelum surat resmi sampai ke tangan pemilik. Artinya, sebagian besar mobil sudah otomatis dibatasi sebelum pemiliknya membaca penjelasan pabrikan.
Bagi pemilik ID.4 di Indonesia, kasus ini relevan sebagai gambaran bagaimana pabrikan menangani risiko baterai pada kendaraan listrik. Volkswagen belum merilis informasi apakah langkah serupa berlaku untuk unit yang dijual di pasar selain Amerika Serikat.