BANTEN — Asus tidak ingin kalah dalam persaingan laptop entry-level. Lewat lini Vivobook terbaru, pabrikan Taiwan itu langsung membawa prosesor Intel generasi anyar, Wildcat Lake, ke pasar konsumen dengan harga yang relatif terjangkau.
Spesifikasi Utama Vivobook 14SE dan 16SE
Kedua model mengusung prosesor Intel Core 5 320 yang merupakan bagian dari arsitektur Wildcat Lake. Chip ini menjadi senjata Asus untuk menawarkan performa yang lebih segar tanpa harus masuk ke kategori laptop premium.
- Prosesor: Intel Core 5 320 (Wildcat Lake)
- RAM: 16GB
- Penyimpanan: 512GB SSD PCIe 4.0
- Port: Dua USB-C 3.2 (dengan Power Delivery), dua USB-A, HDMI 2.1, dan jack audio 3,5mm
- Varian Layar: 14 inci (Vivobook 14SE) dan 16 inci (Vivobook 16SE)
Layar 16 Inci 144Hz Jadi Andalan
Varian Vivobook 16SE menjadi model yang paling menarik perhatian. Layar IPS 16 inci dengan resolusi 2560 x 1600 piksel, refresh rate 144Hz, dukungan Variable Refresh Rate (VRR), dan kecerahan 400 nits menjadi nilai jual utama.
Dengan spesifikasi ini, Asus memberikan opsi layar yang lebih besar dan lebih mulus dibandingkan pesaing di kelas harga yang sama. Pengguna yang sering bekerja dengan banyak jendela atau menikmati konten multimedia akan merasakan perbedaan signifikan pada kenyamanan visual.
Harga dan Ketersediaan
Saat ini, Asus baru merilis Vivobook 14SE dan 16SE di China. Berikut rincian harga resminya:
- Vivobook 16SE (layar standar): 4.599 yuan (sekitar Rp 11,1 juta)
- Vivobook 16SE (layar 2.5K 144Hz): 4.999 yuan (sekitar Rp 12,1 juta)
Asus disebut akan mengumumkan ketersediaan global dalam waktu dekat, termasuk kemungkinan harga di luar China. Belum ada konfirmasi resmi kapan laptop ini akan masuk ke Indonesia.
Posisi Asus vs Apple di Kelas Entry-Level
Peluncuran ini terjadi di tengah rumor kehadiran MacBook Neo, laptop murah buatan Apple. Dengan layar lebih besar, refresh rate lebih tinggi, serta port yang lebih lengkap (USB-A dan HDMI), Asus mencoba menawarkan nilai lebih secara hardware.
Apple memang masih unggul dalam hal ekosistem dan efisiensi baterai berkat chip bikinan sendiri. Namun, jika harga global Vivobook ini tetap kompetitif seperti di China, pilihan pengguna yang mengutamakan layar lebar dan konektivitas tanpa dongle akan semakin condong ke kubu Windows.
Laptop ini cocok untuk mahasiswa, pekerja kantoran, atau kreator konten pemula yang ingin performa modern tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Keputusan akhir tetap bergantung pada harga resmi saat masuk ke pasar Indonesia.