BANTEN — Program cetak sawah dan optimasi lahan di Papua menjadi salah satu prioritas Kementerian Pertanian untuk mendongkrak produksi beras nasional. Dari total 137 ribu hektare yang tersebar di beberapa kabupaten, sebagian besar berlokasi di Merauke yang dikenal sebagai lumbung pangan timur Indonesia.
Mentan Amran memastikan tidak ada satu pun lahan yang akan dikuasai perusahaan besar. "Itu semua milik rakyat. Kami tidak akan memberikan izin kepada korporasi untuk menguasai lahan ini," ujarnya saat berdialog dengan petani di sela-sela kegiatan tanam padi.
Pemerintah, kata Amran, hanya bertugas memfasilitasi infrastruktur irigasi, bibit unggul, dan pupuk bersubsidi. Setelah lahan siap, seluruhnya akan didistribusikan kepada petani lokal dan masyarakat adat setempat.
Produksi Padi Ditargetkan Tiga Kali Setahun
Dengan adanya program optimasi lahan, Kementan menargetkan petani di Merauke bisa menanam padi hingga tiga kali dalam setahun. Selama ini, sebagian besar lahan hanya ditanami sekali akibat keterbatasan irigasi dan akses teknologi pertanian.
"Kami bangun irigasi, kami berikan pompa air, dan kami siapkan bibit padi unggul. Ini semua untuk rakyat, bukan untuk investor," tegas Amran.
Ia menambahkan, produksi padi di Papua diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pangan lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah. Saat ini, Papua masih mengimpor beras dari Sulawesi dan Jawa dalam jumlah signifikan setiap bulannya.
Petani Merauke Sambut Baik Program
Sejumlah petani yang hadir dalam acara tanam padi bersama Mentan mengaku optimistis dengan program ini. Mereka berharap pemerintah konsisten menjalankan janji untuk tidak melibatkan perusahaan besar dalam pengelolaan lahan.
"Kami takut lahan kami diambil alih perusahaan sawit atau perusahaan pangan besar. Tapi setelah Pak Menteri bilang langsung, kami percaya," kata Yoseph, salah satu petani di Distrik Semangga.
Pemerintah daerah setempat juga diminta mempercepat sertifikasi lahan agar status kepemilikan petani adat jelas secara hukum. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah sengketa lahan di masa depan.
Program cetak sawah dan oplah di Papua merupakan bagian dari target nasional peningkatan produksi beras sebesar 10 persen pada 2027. Jika berjalan sesuai rencana, Merauke bisa menjadi salah satu sentra produksi padi utama di kawasan timur Indonesia.