Kapolres Lebak AKBP Arninsi menegaskan polisi wanita (Polwan) bukan sekadar pelengkap, melainkan pelaksana tugas Polri dalam melindungi dan melayani masyarakat. Dalam peringatan Hari Polwan di Lebak, Rabu, ia menuntut Polwan menguasai keahlian teknologi digital untuk mengungkap kejahatan siber yang kian canggih.
LEBAK — Polisi wanita (Polwan) di lingkungan Polres Lebak dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kapolres Lebak AKBP Arninsi menyebut kejahatan di masyarakat saat ini tidak lagi konvensional, melainkan sudah merambah ke ranah siber atau teknologi digital.
Oleh karena itu, Polwan harus menguasai kompetensi di bidang teknologi digital. Kemampuan ini dinilai penting untuk mengungkap berbagai kasus kejahatan siber yang tengah berkembang.
Polwan Harus Humanis dan Punya Integritas
Tidak hanya cakap teknologi, Polwan juga dituntut memberikan pelayanan secara profesional. Sikap humanis, empati, dan kepedulian tinggi menjadi kunci, terutama saat berhadapan dengan kelompok rentan seperti wanita, anak-anak, dan lansia.
"Polwan bukan sebagai pelengkap, tetapi sebagai pelaksana tugas Polri untuk melindungi dan melayani masyarakat," kata AKBP Arninsi dalam keterangannya pada Peringatan Hari Polwan di Lebak, Rabu.
Tantangan Polwan Saat Bencana Alam Melanda
Peran Polwan disebutkan juga diuji saat menghadapi bencana alam. Mulai dari banjir, kekeringan, longsor, hingga kerawanan pangan, Polwan diharapkan hadir dengan kepedulian sosial.
Arninsi menuturkan kehadiran Polwan dalam situasi darurat adalah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak musibah. Hal ini sejalan dengan kodrat mereka sebagai bagian dari kaum perempuan.
"Kami juga sebagai kaum perempuan tentu lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, termasuk bencana alam," ujar Arninsi yang merupakan angkatan Akademi Kepolisian tahun 2007 tersebut.
Hanya 36 Personel, Polwan Disebar di Berbagai Satuan
Saat ini, jumlah Polwan yang bertugas di Polres Lebak tercatat sebagai minoritas. Dari total kebutuhan yang ada, kekuatan Polwan disebut belum terakomodir secara ideal.
Meski jumlahnya terbatas, Polwan tetap disebar di berbagai satuan penting. Mereka ditempatkan di unit narkoba, pembinaan, lalu lintas, hingga kepolisian sektor (polsek).
"Kita maksimalkan polwan itu untuk mendukung tugas-tugas kepolisian," kata wanita kelahiran 1984 itu. Dengan keterbatasan jumlah tersebut, peran dan profesionalisme setiap personel menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan prima kepada warga Lebak.