Pencarian

Danantara Genjot Transformasi BUMN: Target Lima Tahun Tembus Fortune Global 500, Hilirisasi Rp 416 Triliun Disiapkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 12:37:01 WIB
Danantara Genjot Transformasi BUMN: Target Lima Tahun Tembus Fortune Global 500, Hilirisasi Rp 416 Triliun Disiapkan
Danantara menargetkan transformasi BUMN dalam lima tahun untuk menembus Fortune Global 500.

BANTEN — Memasuki tahun kedua operasionalnya, Danantara Indonesia mulai mengubah haluan dari sekadar pembangunan fondasi menuju eksekusi strategi besar. Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa seluruh perusahaan negara tanpa kecuali akan menjadi sasaran transformasi ini.

"Setiap tema ini akan turun ke seluruh perusahaan BUMN. Tema konsolidasi, people development, corporate culture, innovation, hingga value creation harus menjadi arah bersama," ujar Dony dalam keterangan resminya.

Roadmap lima tahun ini menjadi jawaban atas tantangan efisiensi dan daya saing global. Konsolidasi portofolio akan dilakukan melalui merger antar-BUMN, divestasi aset yang dinilai tidak lagi strategis, hingga likuidasi entitas yang kinerjanya buruk. Harapannya, holding seperti Pertamina, PLN, dan Telkom bisa beroperasi lebih ramping dan fokus pada bisnis inti.

Hilirisasi: Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Salah satu mesin pertumbuhan yang paling disorot adalah proyek hilirisasi. Melalui Danantara Asset Management (DAM), pemerintah menyiapkan investasi sekitar USD 26 miliar untuk mengolah sumber daya alam di dalam negeri. Proyek yang sudah berjalan di antaranya pengolahan alumina dan bauksit, produksi bioavtur dan bioetanol, hingga industri ayam terintegrasi dan pengolahan garam industri.

Langkah ini bukan sekadar menambah nilai tambah komoditas, tetapi juga dirancang untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan impor bahan baku. Dengan hilirisasi, keuntungan ekonomi diharapkan bisa dinikmati langsung oleh masyarakat Indonesia, bukan mengalir ke luar negeri.

Investasi Global dan Dukungan Program Sosial

Di sisi lain, Danantara Investment Management (DIM) bergerak agresif menarik modal asing. Dalam satu tahun pertama, DIM telah menandatangani 11 nota kesepahaman dengan nilai komitmen investasi sekitar Rp 346 triliun. Dana tersebut akan disalurkan ke berbagai proyek, termasuk pembangunan Kampung Haji di Mekkah dan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy).

Selain itu, Danantara juga berhasil menciptakan tambahan kapasitas pembiayaan sekitar Rp 150 triliun melalui instrumen pinjaman, penyertaan modal, hingga penerbitan patriot bonds. Dana segar ini menjadi amunisi penting untuk membiayai proyek-proyek strategis nasional.

Transformasi bisnis ini berjalan beriringan dengan penguatan dampak sosial. Danantara membentuk Danantara Indonesia Trust Fund, sebuah platform filantropi yang fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, serta penyediaan air bersih dan sanitasi. Lembaga ini juga mendukung program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Kinerja BUMN Jadi Modal Awal

Ambisi besar ini bertumpu pada kinerja BUMN yang relatif solid. Sepanjang 2024, pendapatan konsolidasi BUMN tercatat mencapai Rp 3.142 triliun. Sebanyak 20 perusahaan pelat merah masuk daftar Fortune Southeast Asia 500, dan empat di antaranya berhasil menembus Forbes Global 2000. BUMN juga tercatat mendukung 81 Proyek Strategis Nasional dengan nilai investasi lebih dari Rp 711 triliun.

Dony Oskaria menambahkan, seluruh inisiatif ini diharapkan bisa menciptakan nilai tambah jangka panjang. "Kami membangun tata kelola yang kuat, memperkuat struktur kelembagaan, serta memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi pijakan bagi penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia," pungkasnya. Dengan fondasi tata kelola yang sudah disusun melalui 27 kebijakan di sepanjang 2025, pemerintah optimistis target menjadi perusahaan kelas dunia dalam lima tahun adalah keniscayaan.

Follow kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks